KAMU ADALAH SAHABATKU

Yohanes 15: 9 – 17

Adakah Saudara menemukan kasih yang mau berkorban demi orang lain? Kalaupun ada, rupanya terlalu sulit untuk menemukannya. Seperti kasih heroik yang ditunjukkan oleh seorang pria bernama Martin Markus. Ia bersedia mengorbankan dirinya, menyelamatkan tunangannya dari mobil yang akan menabraknya. Peristiwanya terjadi pada Sabtu, 12 Agustus 2017 ketika sebuah mobil jenis dodge challenger yang dikendarai oleh James Alex Fields, Jr seorang fasis yang menabrakkan kerumunan demonstran anti fasis di Charlottesvile, Virginia, Amerika Serikat. Continue reading KAMU ADALAH SAHABATKU

Advertisements

“Penting dan Dasyatnya Kesatuan dan Kerukunan”

Yohanes 17: 20 – 26

SIKAP individualis dan cenderung egoistis yang ada dalam diri seseorang berpotensi mengancam keutuhan komunitas yang mewadahi dirinya sebagai anggota dari komunitas tersebut. Jika terjadi di satu negara, maka rakyatnya akan tercerai berai. Pada perikop ini, penulis injil Yohanes mengisahkan tentang doa Yesus kepada Bapa-Nya. Waktu itu, selain berdoa bagi para murid-Nya, Ia juga berdoa untuk orang-orang lain yang percaya kepada-Nya oleh pemberitaan para murid. Continue reading “Penting dan Dasyatnya Kesatuan dan Kerukunan”

“Mengasihi Dengan Perkataan Dan Perbuatan”

Lukas 10 : 10 – 18

TUGAS gembala ialah memelihara domba. Penulis Yohanes 10:11-18 menyatakan bahwa Yesus adalah Gembala yang Baik. Selain memelihara, Ia juga rela menyerahkan nyawa-Nya untuk para domba-Nya. Pernyataan tentang gembala yang mengorbankan nyawa-Nya itu diulang sebanyak tiga kali (11, 15 17). Sifat dan karakter seorang Yesus sebagai Gembala yang Baik berbeda dengan gembala yang tidak bertanggung jawab dan menelantarkan domba-dombanya (12-13). Continue reading “Mengasihi Dengan Perkataan Dan Perbuatan”

“Komunitas yang Bersaksi”

Lukas 24 : 36 -48

LUKAS 24:36-48 terkait dengan 24:13-35. Yesus menampakan diri kepada Kleopas dan kawannya dijalan menuju Emaus. Setelah tahu Yesus bangkit, Kleopas dan kawannya berlari kembali ke Yerusalem menemui para murid. Kleopas bukan bagian dari 12 murid, tetapi ia pengikut yang mengenal dan dikenal Yesus. Ketika para murid mempercakapkan kesaksian Kleopas , Yesus hadir untuk menyakinkan mereka. Continue reading “Komunitas yang Bersaksi”

“Komunitas yang Dipulihkan dan Diutus”

Yohanes 20: 19 – 31

APAKAH “dipulihkan” dan “diutus” punya arti berbeda? Sesungguhnya, dua kata itu memang berbeda arti, namun memiliki kesatuan makna. Kita bisa membayangkan seperti hendak bepergian jauh menggunakan kendaraan, tentu kita akan terlebih ke bengkel untuk melakukan “perbaikan”. Setelah kondisi kendaraan benar-benar oke, tidak ada komponen yang rusak, barulah kita “menggunakan” tanpa kuatir. Begitu pula, bila raja hendak mengutus panglima ke medan laga, tentu harus memilih orang yang bisa diandalkan. Jika panglima sedang cidera, ia harus lebih dulu diobati agar layak diutus berperang. Continue reading “Komunitas yang Dipulihkan dan Diutus”

“Kebangkitan Kristus Mengatasi kecemasan”

Markus 16 : 1-8

KECEMASAN merupakan sesuatu yang umum terjadi dalam kehidupan manusia. Hampir semua lapisan masyarakat bisa mengalami kecemasan. Para politikus cemas akan keadaan buruk yang mungkin terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apakah masyarakat akan sejahtera, tenteram dan damai, atau akan timbnul konflik. Continue reading “Kebangkitan Kristus Mengatasi kecemasan”

“Mengikut Jalan Kemuliaan Yesus”

Yohanes 12: 20 – 33

Orang-orang Farisi itu berkata seorang kepada yang lain: “Kamu lihat sendiri, bahwa kamu sama sekali tidak berhasil, lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia.” (Yoh. 12:19). Perhatikan, bagaimana pengajaran digunakan untuk berebut pengaruh! Orang-orang Farisi itu sedang mencari kemuliaan dirinya. Menang-kalah mewarnai kehidupan agama, fokusnya bukan lagi Tuhan, tapi kemuliaan sang pemimpin atau golongan tertentu. Hal ini bukan hanya terjadi pada masa itu, namun juga sekarang. Kalau begitu, mengapa kita harus mengikuti jalan kemuliaan Yesus, apa bedanya? Continue reading “Mengikut Jalan Kemuliaan Yesus”

“YESUS BAIT ALLAH YANG SEJATI”

Yohanes 2 : 13 – 22

Apa yang terjadi di pelataran Bait Allah, mengapa Tuhan Yesus mengobrak-abrik orang yang berjualan di sana? mengapa bisa terjadi tindakan se-ekstrim ini? Jika kita perhatikan, setidaknya ada 3 hal: penyimpangan, pembatasan sarana ibadah, dan pemerasan, yang menjadi penghambat dalam ibadah. Inilah yang direspon cepat oleh Tuhan Yesus. Continue reading “YESUS BAIT ALLAH YANG SEJATI”

“Pembaharuan Hidup”

Markus 1 : 9 – 15

Setiap tahun remaja gereja kami mengadakan camping (berkemah). Kegiatan camping ini bertujuan mengasah karakter kristiani, keakraban, solidaritas, dan kerjasama dalam tim. Kami membawa perlengkapan berkemah, alat masak, bahan baku untuk dimasak dan dimakan di tempat perkemahan. Peserta dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok harus mendirikan kemah sendiri, masak untuk kelompoknya dan kelompok besar. Ada syarat tertentu untuk dapat menjadi peserta camping ini. Syarat itu antara lain mau berbagi dan bekerja sama dalam tim. Hanya yang memenuhi syarat boleh ikut camping. Continue reading “Pembaharuan Hidup”

“Kemuliaan Allah Pada Wajah kristus”

Markus 9 : 2 -9

Saat kita mengalami peristiwa yang spektakuler, kita ingin terus menikmatinya. Tak ingin peristiwa itu segera berlalu dan setelah itu ingin segera diceritakan kepada orang lain. Demikian pula dengan Petrus, Yohanes, dan Yakobus ketika mereka melihat peristiwa spektakuler di atas gunung. Mereka tak ingin pengalaman itu segera berlalu dan selakigus mereka juga ingin menceritakan kepada yang lain tentang pengalaman mereka itu. Continue reading “Kemuliaan Allah Pada Wajah kristus”

“TUHAN HADIR DI TENGAH HIDUP YANG GETIR”

Markus 1 : 29 – 39

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,
Saya ingat jelas jawaban ibu kami setiap kami pamit sekolah sambil meminta doa agar soal ulangannya hari itu mudah-mudah. Ibu kami pasti menjawab, bukan minta soal yang mudah, tak mengapa soalnya sulit yang penting minta Tuhan memberi kemampuan kamu menjawab, mengerjakan soal2 dengan benar. Kalau minta soal yang mudah, maka kamu tidak tambah pinter. Hmmm betul juga yah bahwa yang utama adalah kemampuan mengerjakan dan menyelesaikannya dengan baik, bukan soal minta soal yang mudah. Bahkan dengan soal yang sulit maka kemampuan kita terasah sekaligus teruji dan terlebih lagi dapat merasakan kehadiran Tuahn dengan memberi kemampuan mengerjakan soal yang sulit. Continue reading “TUHAN HADIR DI TENGAH HIDUP YANG GETIR”

Gereja Kristen Berbahasa Indonesia – Kuala Lumpur – Malaysia